Saya lagi gemar menulis lagi setelah sekian lama enggan. Mungkin pecut menulis untuk saya adalah putus cinta. Saat putus cinta semua kata-kata jadi teramu dengan sendirinya. Benda-benda sederhana jadi kelihatan lebih drama. Ketika rajin lagi menulis saya tak punya leptop, maka untuk mengeluarkan kata-kata yang sudah sesak ini saya tumpahkan lewat ruang 160 karakter di twitter. Seorang teman yang diam-diam memperhatikan saya ternyata suka tulisan-tulisan sekilas itu. Suatu hari ketika sedang cerita-cerita dia bilang “Kita berdua bikin blog yuk! Tulisan kita kan alirannya sama, tulisan romantis gitu. Lo realis, gw naturalis!” Waktu itu mukanya bersemangat sekali. Saya pikir boleh juga saya rasa perlu ada tempat menampung barisan-barisan huruf yang saya rangkai ini mumpung lagi produktif. Taraaaaaa, jadi deh blog ini. Maka, tulisan sekilas di twitter akan jadi penyulutnya dan saya bakar sampai hangus di blog ini deh. Lalu, saya bersama meri akan berjumpa lewat kata.
Salam,
Erby
Sejak kecil saya tahu bahwa saya adalah penulis. Karir menulis pertama saya yaitu saat saya menciptakan sebuah drama pendek ketika duduk di kelas 5 SD tentang seorang anak yang meninggal karena terlindas mobil. Haha. Sejak itu guru saya menganggap saya aneh. Saya suka menulis dimanapun: dikertas-kertas soal ujian yang lebih sering saya corat-coret ketimbang saya jawab, di buku-buku pelajaran saat bosan mendengarkan guru mengajar, dan di meja kelas. Mungkin tentang lelaki di kelas sebelah, tentang pagi yang cerah, atau bahkan perasaan yang gelisah.
Saya menyebutnya si gadis realis romantis, Erby namanya, yang seringkali saya jumpai lewat ruang 160 karakter di twitter. Bagaimana rupanya bila si gadis realis romantis dan si gadis naturalis romantis (demikian saya menyebut diri saya) bersama-sama memagut kata. Kabar baiknya, tidak akan ada lagi cerita tentang anak yang mati terlindas mobil. Tidak... bukan...
Saya bersama erby akan berjumpa lewat kata.
Saya bersama erby akan berjumpa lewat kata.
Salam,
Meri

*jempol*
BalasHapus*menunggu berjumpa dengan kalian, lewat kata*
salam
realis, naturalis, dan sama-sama romantis....
BalasHapussippp, saya yang jadi pembaca setia yang kritis :p